Negara sedang gonjang-ganjing..setidaknya begitu kata Ibu saya, sebagai pengamat politik paruh waktu yang sayangnya tidak pernah diundang ke stasiun televisi manapun, dan sosoknya pun tidak pernah terlihat di media, paling banter bayangannya terlihat di jendela ketika di lapangan depan rumah kami ada shooting Eat Bulag*..bisaa jadi...tapi sebagai warga negara saya pun meng-amin-i komentar Ibu saya..dari mulai yang katanya korupsi, atau konflik KPK-Polri, perpecahan Partai..sampai rujuk-nya Nassar dan Musdalifah menjadi topik pembicaraan kami hampir setiap hari..
di luar rumah pun sama, lagi jamannya menghujat, dari menghujat presiden, atau institusi negara..dari menteri lulusan SMP sampe menteri berambut tebal model shampoo (un)Clear alias tidak jelas..intinya semua beropini..tetapi dari semua opini itu polanya kurang lebih sama, mencari yang disalahkan kemudian di-bully..tidak ada yang salah dengan itu..all fair kok..karena menyangkut hajat hidup orang banyak..dan dengan beropini setidaknya kita peduli, banyak yang mengungkapakan kekecewaannya terhadap presiden kita yang sekarang, bahkan penyesalan pun terucap..hmm mungkin tulisan ini akan dilihat sebagai bentuk pembelaan terhadap beliau
tapi jangan salah, saya pun termasuk orang yang kecewa..tetapi memang kekecewaan saya tidak sampai pada taraf menghujat atau pun menyesal, sebagai orang yang bisa baca tulis, yang bisa lakukan adalah membaca..semua berita sehingga mendapatkan semua opini..bahkan dengan keterbatasan manusia pun saya tidak akan mampu untuk mengumpulkan semua fakta dengan berimbang..tetapi kembali ke hakikat manusia adalah berusaha..lalu saya pun lanjut ke tahap berikutnya yaitu menulis..bukan soal opini siapa yang salah atau benar..atau mencoba untuk ngasih tahu cara yang benar mengelola negara..tapi lebih ke sebuah ajakan
faktanya secara hukum mayoritas rakyat sudah berkomitmen selama 5 tahun dengan pemerintah ini, bukan komitmen yang main2 memang, tuntutan yang tinggi sebanding dengan apa yang dipertaruhkan..jadi wajar kalo banyak yang beropini baik itu kritik keras atau dukungan militan..tapi tidak merubah bahwa inilah yang kita terima sekarang..saya sih tidak mengajak pasrah tapi..lebih mengajak yang lain untuk peduli..kalo yang belum peduli ya mulai lah peduli..bagi yang sudah peduli ya coba dicari semua fakta yang berimbang semaksimal mungkin sehingga kepeduliannya lebih berbobot dan berakibat positif...intinya untuk negara ini mau butuh semua pihak..kita punya hak kok buat kontrol dan mengkritik...apa pun pendapat kita..kita bukan rakyat gk jelas..tapi kita juga punya kewajiban untuk sumbangsih dan berperan ke kemajuan bangsa..banyak kok medianya..dari sekedar tanda tangan petisi online..pasang status di BB..semua ada impact-nya...tapi semua cara itu hendaknya dipilih dengan semangat yang positif
di suatu tempat bernama Gothenburg Humanistic Student Academy, mereka mempunya moto yang kalo gk salah ada tertulis di gerbangnya, sebuah kutipan dari salah satu filsuf Yunani kalo dari namanya Patrocoles...isi berbunyi :
"We believe in optimism rather than pessimism, hope rather than despair, learning in the place of dogma, truth instead of ignorance, joy rather than guild or sin, tolerance in the place of fear, love instead of hatred, compassion over selfishness, beauty instead of ugliness and reason rather than blind faith or irrationality"
saya pun optimis negara dan bangsa ini bisa, jika kita berpartisipasi aktif sesuai kapasitas kita masing2 dan peduli didasari harapan akan sesuatu yang lebih baik
K
di luar rumah pun sama, lagi jamannya menghujat, dari menghujat presiden, atau institusi negara..dari menteri lulusan SMP sampe menteri berambut tebal model shampoo (un)Clear alias tidak jelas..intinya semua beropini..tetapi dari semua opini itu polanya kurang lebih sama, mencari yang disalahkan kemudian di-bully..tidak ada yang salah dengan itu..all fair kok..karena menyangkut hajat hidup orang banyak..dan dengan beropini setidaknya kita peduli, banyak yang mengungkapakan kekecewaannya terhadap presiden kita yang sekarang, bahkan penyesalan pun terucap..hmm mungkin tulisan ini akan dilihat sebagai bentuk pembelaan terhadap beliau
tapi jangan salah, saya pun termasuk orang yang kecewa..tetapi memang kekecewaan saya tidak sampai pada taraf menghujat atau pun menyesal, sebagai orang yang bisa baca tulis, yang bisa lakukan adalah membaca..semua berita sehingga mendapatkan semua opini..bahkan dengan keterbatasan manusia pun saya tidak akan mampu untuk mengumpulkan semua fakta dengan berimbang..tetapi kembali ke hakikat manusia adalah berusaha..lalu saya pun lanjut ke tahap berikutnya yaitu menulis..bukan soal opini siapa yang salah atau benar..atau mencoba untuk ngasih tahu cara yang benar mengelola negara..tapi lebih ke sebuah ajakan
faktanya secara hukum mayoritas rakyat sudah berkomitmen selama 5 tahun dengan pemerintah ini, bukan komitmen yang main2 memang, tuntutan yang tinggi sebanding dengan apa yang dipertaruhkan..jadi wajar kalo banyak yang beropini baik itu kritik keras atau dukungan militan..tapi tidak merubah bahwa inilah yang kita terima sekarang..saya sih tidak mengajak pasrah tapi..lebih mengajak yang lain untuk peduli..kalo yang belum peduli ya mulai lah peduli..bagi yang sudah peduli ya coba dicari semua fakta yang berimbang semaksimal mungkin sehingga kepeduliannya lebih berbobot dan berakibat positif...intinya untuk negara ini mau butuh semua pihak..kita punya hak kok buat kontrol dan mengkritik...apa pun pendapat kita..kita bukan rakyat gk jelas..tapi kita juga punya kewajiban untuk sumbangsih dan berperan ke kemajuan bangsa..banyak kok medianya..dari sekedar tanda tangan petisi online..pasang status di BB..semua ada impact-nya...tapi semua cara itu hendaknya dipilih dengan semangat yang positif
di suatu tempat bernama Gothenburg Humanistic Student Academy, mereka mempunya moto yang kalo gk salah ada tertulis di gerbangnya, sebuah kutipan dari salah satu filsuf Yunani kalo dari namanya Patrocoles...isi berbunyi :
"We believe in optimism rather than pessimism, hope rather than despair, learning in the place of dogma, truth instead of ignorance, joy rather than guild or sin, tolerance in the place of fear, love instead of hatred, compassion over selfishness, beauty instead of ugliness and reason rather than blind faith or irrationality"
saya pun optimis negara dan bangsa ini bisa, jika kita berpartisipasi aktif sesuai kapasitas kita masing2 dan peduli didasari harapan akan sesuatu yang lebih baik
K