Thursday, January 29, 2015

ke 117

Negara sedang gonjang-ganjing..setidaknya begitu kata Ibu saya, sebagai pengamat politik paruh waktu yang sayangnya tidak pernah diundang ke stasiun televisi manapun, dan sosoknya pun tidak pernah terlihat di media, paling banter bayangannya terlihat di jendela ketika di lapangan depan rumah kami ada shooting Eat Bulag*..bisaa jadi...tapi sebagai warga negara saya pun meng-amin-i komentar Ibu saya..dari mulai yang katanya korupsi, atau konflik KPK-Polri, perpecahan Partai..sampai rujuk-nya Nassar dan Musdalifah menjadi topik pembicaraan kami hampir setiap hari..

di luar rumah pun sama, lagi jamannya menghujat, dari menghujat presiden, atau institusi negara..dari menteri lulusan SMP sampe menteri berambut tebal model shampoo (un)Clear alias tidak jelas..intinya semua beropini..tetapi dari semua opini itu polanya kurang lebih sama, mencari yang disalahkan kemudian di-bully..tidak ada yang salah dengan itu..all fair kok..karena menyangkut hajat hidup orang banyak..dan dengan beropini setidaknya kita peduli, banyak yang mengungkapakan kekecewaannya terhadap presiden kita yang sekarang, bahkan penyesalan pun terucap..hmm mungkin tulisan ini akan dilihat sebagai bentuk pembelaan terhadap beliau

tapi jangan salah, saya pun termasuk orang yang kecewa..tetapi memang kekecewaan saya tidak sampai pada taraf menghujat atau pun menyesal, sebagai orang yang bisa baca tulis, yang bisa lakukan adalah membaca..semua berita sehingga mendapatkan semua opini..bahkan dengan keterbatasan manusia pun saya tidak akan mampu untuk mengumpulkan semua fakta dengan berimbang..tetapi kembali ke hakikat manusia adalah berusaha..lalu saya pun lanjut ke tahap berikutnya yaitu menulis..bukan soal opini siapa yang salah atau benar..atau mencoba untuk ngasih tahu cara yang benar mengelola negara..tapi lebih ke sebuah ajakan

faktanya secara hukum mayoritas rakyat sudah berkomitmen selama 5 tahun dengan pemerintah ini, bukan komitmen yang main2 memang, tuntutan yang tinggi sebanding dengan apa yang dipertaruhkan..jadi wajar kalo banyak yang beropini baik itu kritik keras atau dukungan militan..tapi tidak merubah bahwa inilah yang kita terima sekarang..saya sih tidak mengajak pasrah tapi..lebih mengajak yang lain untuk peduli..kalo yang belum peduli ya mulai lah peduli..bagi yang sudah peduli ya coba dicari semua fakta yang berimbang semaksimal mungkin sehingga kepeduliannya lebih berbobot dan berakibat positif...intinya untuk negara ini mau butuh semua pihak..kita punya hak kok buat kontrol dan mengkritik...apa pun pendapat kita..kita bukan rakyat gk jelas..tapi kita juga punya kewajiban untuk sumbangsih dan berperan ke kemajuan bangsa..banyak kok medianya..dari sekedar tanda tangan petisi online..pasang status di BB..semua ada impact-nya...tapi semua cara itu hendaknya dipilih dengan semangat yang positif

di suatu tempat bernama Gothenburg Humanistic Student Academy, mereka mempunya moto yang kalo gk salah ada tertulis di gerbangnya, sebuah kutipan dari salah satu filsuf Yunani kalo dari namanya Patrocoles...isi berbunyi :

"We believe in optimism rather than pessimism, hope rather than despair, learning in the place of dogma, truth instead of ignorance, joy rather than guild or sin, tolerance in the place of fear, love instead of hatred, compassion over selfishness, beauty instead of ugliness and reason rather than blind faith or irrationality"

saya pun optimis negara dan bangsa ini bisa, jika kita berpartisipasi aktif sesuai kapasitas kita masing2 dan peduli didasari harapan akan sesuatu yang lebih baik

K

Tuesday, January 27, 2015

ke 116

ini bukan review film..tapi emang inspirasinya dari film, kali ini film berdasarkan novel karya mbak Dewi Lestari, film berjudul Supernova, yang dibintangi oleh Mas Junot sama Mbak Raline shah, film yang menurut saya sih Rizal Mantovani banget..gambarnya luar biasa..soal cerita? gk bisa bilang jelek sih tapi ya memadatkan novel ke film kan memang susah pasti banyak yang missed, tapi overall masih menghibur kok..loh kok jadi review?!

sebenarnya milih film ini karena ada dialog yang terngiang-ngiang di kepala antara Rana(Raline Shah) dengan Fere(Junot), ketika tokoh Fere bertanya mengenai bagaimana kehidupan pernikahan, berikut jawaban Rana:

Rana: yah cinta butuh pengorbanan..(gk akurat begini sih kutipannya cuma ya something like this) -> menggambarkan dalam hubungan ya harus berkorban, mungkin ada yang berubah biar hubungannya langgeng

Vere menjawab: lalu idiot mana yang bilang Love will sets you free! (sekali lagi gk akurat kutipannya, tapi ya kurang lebih kek gini) -> menggambarkan argumen bahwa klo cinta harusnya jadi diri sendiri, bebas berekspresi..toh cinta itu menerima apa adanya (ini asumsi sih)

cuma dialog ini yang teringat dari film ini, pertama karena isinya, kedua karena suara mas Junot yang bergetar dan bibir ekspresifnya mengingatkan saya kepada Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk..oh Hayaatiii..ok balik lagi ke dialog di atas, yg satu mengatakan butuh pengorbanan, yang satu lagi memberikan kebebasan..saya rasa di banyak sisi semuanya bisa jadi benar, dalam suatu hubungan ada yang harus dikorbankan seperti waktu, energi, atau hal2 lain..terkadang ada saat dimana kita lelah tetapi ya harus tetap dijalanin..terus dimana kebebasannya dong?..teringat kata2 bijak yang pernah saya baca, bunyinya sebagai berikut :

"Freedom is the right to be wrong, not the right to do wrong"

mungkin ini maksudnya, walaupun cuma asumsi aja..bahwa ketika berbuat salah dalam hubungan harus ada pemakluman, karena bukan berarti kita langsung paham maksud si pihak lain..tetapi harus ada rasa mengambil pelajaran dari kesalahan, karena jika sudah kesekian kali makan menjadi kesengajaan dan itu bukan kebebasan..iya gk sih...so saya setuju kurang lebih dengan idiot yang bilang love will sets you free..

K

Monday, January 26, 2015

ke 115

bahagia itu sederhana, bahagia itu keadaan, bahagia itu pilihan, atau bahagia itu perangkat sikap...begitu banyak definisi kebahagiaan yang didapet..liat sekitar banyak orang mendefinisikan kebahagiaan dengan caranya masing..dengan kepunyaan..dengan bersyukur..dengan berproses...dan berbagai macam cara lainnya..lalu mana yang paling benar?

well mungkin jawaban yang klise adalah kembali ke masing2 individu...klise memang, nah ini satu lagi definisi ala saya...kalo bahagia itu sebenarnya adalah keputusan..yes decide to be happy...terlepas bahwa mungkin kita memiliki perangkat sikap yang baik, rasa bersyukur yang berlimpah atau sebaliknya ketika keadaan lagi tidak sesuai keinginan atau rencana..in the end will come to your decision...

life is series of unfortunate event, and could be a dark places where hope slowly fade...tapi terkadang kita harus ngomong i decided to be okay...terlepas dengan berbagai beban hidup...karena hirupan aroma kopi di sore hari, atau bunyi rintik hujan terkadang menenangkan...bahkan di padang pasir pun sesuatu bisa tumbuh

Tuesday, January 20, 2015

ke 114

lagu apa yang kamu denger kalo kamu lagi bete? kalo saya sih lagunya On A High , yang nyanyinya namanya Duncan Sheikh..lagu lama itu bahkan untuk menyebutkan tahunnya saya langsung minder sama umur..berhubung saya termasuk yang suka overthinking bahkan lirik lagu saya resapi layaknya remaja akil balik pertama kali melihat film biru..keren ya metaforanya..ah sudahlah saya sedang iseng saja..kembali ke lagu On A High, sebenarnya saya juga tidak begitu paham dengan maksudnya, tetapi ada bagian yang berbunyi ''if you're fine then you're fine..bla bla..there will be no conspiracy of happiness''..kenapa dipilih karena menjadi bahagia itu pilihan..tidak perlu dengan kondisi ngejelimet..harus ini itu..tidak perlu ada konspirasi semesta..tidak perlu keadaan banyak uang..punya pasangan..tetapi in any given situation bisa bahagia...

nah lagu ini kalo lg bete masuk playlist deh..disambung lagu menyek2 Strong-nya Robbie Williams...ngarep dan mengiba..youuuu think that i am strooonggg...you wrooong...you wrooong...udah kayak jeritan hati tak terdengar..ibarat nonton Annabelle sama Annabelle..mau teriak tapi gk bisa...takut Annabelle-nya tersinggung terus bete1an..eh kok ngelantur..nah biasanya ditutup sama Pegasus Fantasy..OST Saint Seiya..kenapa lagu ini?..karena lagunya up-beat dan liriknya gk ngerti..jadi interpretasinya bebas...kalo denger lagunya pasti inget Seiya lagi berdarah2 kayak nyawanya udah mau pamit dari badannya tinggal nunggu salaman say goodbye..eh tapi si kampret ada aja energi buat menghabisi musuh2nya..walaupun dalam keadaan gk ganteng dan bopeng-bopeng...jadi gambaran si kampret itu yang memotivasi saya buat jadi si kampret...meteor pegasusss!!!
 
saya biasanya suka sok tahu dengan membangkitkan spirit orang lain, meminjamkan telinga untuk mendengarkan keluh kesah..dan tanpa disadari lupa sama keadaan sendiri..bahwa saya pun bisa lupa..bisa kecewa..bisa putus asa..terkadang yang bikin kuat adalah keharusan saya untuk kuat di depan orang..ketika yang lain bisa kecewa..saya menolak untuk kecewa..tapi bagi saya cuma one of those days ketika semua tidak seperti yang direncakan..ada saat merasa life is series of unfortunate events..tetapi lagu On A High selalu mengingatkan bahwa bahagia itu pilihan..so i've decided to be okay with where i am right now....without knowing the ending (modifikasi)
 
K
in one of those days