Minggu ini boleh dibilang minggu yang sentimentil buat saya, dan buat yang gk suka sama sepakbola mending tulisan saya yang satu ini jangan dibaca, ya minggu ini adalah dimana saya mendengar kabar bahwa Sir Alex Ferguson akhirnya pensiun setelah 26 tahun penuh prestasi di Manchester United, klub favorit saya di Liga Inggris, dan baru aja mendengar kabar kalo musim ini juga merupakan musim terakhir untuk 2 jebolan class of 92, yep Paul Scholes dan David Beckham, untuk nama yang pertama bukan kejutan karena ini kali keduanya beliau menyatakan diri pensiun, sedangkan untuk nama yang satu lagi agak mengagetkan karena saya berharap akan ada satu musim lagi dimana kita bisa melihat passing2 kaki kanan-nya menghiasi Champions League musim depan, tapi saya tidak akan membicarakan mengenai sepakbola, atau gelar ke 20 United, atau prestasi juara liga 4 negara yang berbeda dari seorang David Beckham, karena terlepas dari saya penggemar bola, saya merasa pengetahuan saya masih dangkal untuk bisa menulis mengenai sepak bola, tapi jika boleh sedikit bercerita dan sedikit bernostalgia bagaimana United menjadi bagian penting dari masa kecil saya sampai sekarang, kenangan masa SMP, mencoba memakai sisiran rambut belah tengah tapi sayang ketebalan rambut saya tidak dapat ditaklukan oleh minyak rambut berbagai merek, bahkan belah tengah rambut saya lebih ke belah tengah pemain sinetron Dicky Wahyudi, teringat juga bagaimana bersama teman2 yang lain membandingkan sayap kiri antara Ryan Giggs vs Steve McManaman, dari cara dribble, sampai rambut kriwilnya, walaupun pemenang sejati jika diliat dari produktivitas gol adalah sayap kiri Arsenal saat itu, Marc Overmars, bisa juga memori saya tentang ''King'' Eri Cantona yang mewariskan nomor punggung 7 ke pemain2 yang tidak kalah hebatnya, atau mungkin memori saya setiap kali Ole Gunnar Solksjaer mencetak gol yang dilakukannya hanya mengangkat tangan dan tersenyum tanpa melompat2 sehingga dijuluki Baby Face Assasins, sampai dengan awal kemunculan seorang Cristiano Ronaldo yang membuat bek sekelas Ashley Cole yang arguably bek kiri terbaik di dunia saat itu jatuh karena gamang menebak arah berlari sang pemain, dan akhirnya sampailah saya pada titik ini, seorang Milanisti yang mendua dengan United karena berbagi julukan Setan Merah, seperti akhir dari suatu kisah, atau ketika kita mempunyai lagu kesayangan dari masa lalu, yang akan terus kita ingat dan nyanyikan setiap kali kita sedih, saya akan terus mendukung United, tidak akan ada hashtag #YNWA tapi #GGMU, ijinkan saya mengucapkan terimakasih kepada United, United under Sir Alex Ferguson karena telah menjadi bagian yang begitu luar biasa dalam hidup saya, dan class of 92 plus legiun-legiun asing yang membuat saya begitu mencintai klub ini dan menemani saya melewati masa muda saya.....
K
K
No comments:
Post a Comment