temanya soal perkawinan, bukan pernikahan, jadi just the ceremony not the marriage itself, ya mungkin karena baru menjalani perkawinan adik saya dengan berbagai macam acara bahkan ada yang life threatning situation and i really need to re-negotiate pelangkahnya, tapi setelah semua acara itu selesai dan looking back, mencoba menganalisa makna dari acara perkawinan itu sendiri, pertama soal biaya, well ada unsur prestise di situ, bukan masalah sombong tapi bagaimana kita menjamu tamu2 yang datang sehingga merasa nyaman, jadi why we want the best? because we want to say thank you for the blessing and wishes, dulu saya sih berpikir why the fuzz tapi sedikit banyak mulai mengerti, walaupun saya selalu berprinsip jangan sampai perkawinannya lebih penting dari pernikahannya, dan kita tidak bisa menyenangkan semua pihak, when two big families collide plus friends and relative all you can expect is little bit conflict every now and then, and thats perfectly fine, semacam latihan karena ya kita hidup di Indonesia dimana cengkeraman keluarga masih erat dalam pilihan hidup kita(maaf bahasanya..isu sensitif), ok next soal keribetannya, besar dikeluarga yang yang multicultural akhirnya memilih adat Jogja sebagai pilihan dengan segala keruwetannya, akhirnya menganalisa well this is definetly a family event, ini pure pendapat saya, karena saya tidak suka memakai baju adat, tapi semua pihak harus berkorban i think sedikit banyak..selain korban perasaan tentunya..eh..kok curhat..lupakan...intinya secara simbolik kenapa we celebrate like this because its a milestone for a person life when enter the next phase of adulthood, to create new family based on the values of the ceremony, and for family to give blessing and thank you for all the party that involve in the journey...so on behalf of bride and groom and also family..we want to say thank you
K
K
No comments:
Post a Comment