Friday, July 18, 2014

ke 102

nge-review film yuk...

dan sekarang yang direview adalah the fault in our stars..iya film yang berasal dari novel-nya john Green, tolong dibedakan sama sinetron kejar tayang yang berjudul Kau Yang Berasal Dari Bintang..walaupun sama2 menggunakan bintang di judulnya, jadi garis merahnya sih standar as simple as a love story..dibumbui oleh penyakit mematikan kanker dan kematian..seems dark ya..but is it?

buat yang nonton atau baca bukunya pasti sudah familiar sama barang yang namanya kotak tissue, tapi as friendly reminder aja jika memang menangis nonton atau baca bukunya jangan pake tissue basah ya..perihnya dobel..atau mungkin terlalu mendalami konsep pain demands to be felt...iya emang ini film menyek-menyek banget..emang sih kata2nya keren kayak : pain demans to be felt, atau  It would be a privilege to have my heart broken by you..udah bikin hati ini kayak dicelup di abotyl..tapi sebenernya ini cerita sih mengandung optimisme menurut saya ya...

jadi pertama2 si cewek yang sakit dan merasa sebentar lagi bakal lewat, dan si cowok yang terus ngejar2 walaupun udah diperingatin bakal sakit hati..mungkin prinsipnya daripada sakit hati kehilangan mending gk punya sekalian..tapi doi gk tahu wanting but not having itu sakitnya sama hebatnya sama not having at all..dan ketika si cowok gantian sakit, dan seems desperate gantian deh si cewek yang ingetin..well pasti dong mereka berdua lagi berada di titik terendah dalam hidupnya, kayaknya udah tahu klo sakit begini kayaknya gk ada jalan keluarnya..mungkin itu yang menyebabkan judulnya the fault in our stars..tapi ya itu kemalangan seseorang terkadang membuat kita lupa dan sibuk mengutuk keadaan...pasti semua been there done that..titik terendah diganti sama titik terendah lainnya..like your life is going downhill and someone forget to put on the breaks..but is it really?..beneran gk ada hal baik yang bisa dipegang ketika kita lagi di bawah..something to hold on to..a promise of something is good..yah menyek2 ya..tapi often orang suka lupa emang..dan itu manusiawi banget..tapi biarkan saya mengutip eulogy yang dibuat si tokoh wanita..

There are infinite numbers between 0 and 1. There's .1 and .12 and .112 and an infinite collection of others. Of course, there is a bigger infinite set of numbers between 0 and 2, or between 0 and a million. Some infinities are bigger than other infinities... I cannot tell you how grateful I am for our little infinity. You gave me forever within the numbered days, and I'm grateful...

kita terkadang mengukur kebahagiaan dengan ukuran2 mainstream sehingga lupa kalo diantara itu masih banyak hal2 yang mungkin terlihat kecil tetapi sebenernya tetap sesuatu yang patut disyukuri, kita menganggap yang namanya bahagia itu forever ever after..tapi gk juga..ada something yang namanya in between..di antara kesusahan..ada sesuatu yang bisa dipegang buat setidaknya melangkah ke depan...

ada quotes lagi dari bukunya, yang diambil ketika tokoh cowok maen games...

'All salvation is temporary' Augustus shot back. 'I bought them a minute. Maybe that’s the minute that buys them an hour, which is the hour that buys them a year. No one’s gonna buy them forever, Hazel Grace, but my life bought them a minute. And that’s not nothing.

jadi kesimpulannya semua itu ada artinya just need to think it thru ya...


K, masih in one of those days

No comments:

Post a Comment