Monday, December 29, 2014

ke 112

tahun 2014 udah mau selesai nih...dengan tingkat produktifitas menulis yang menurun drastis disebabkan oleh keringnya daya imajinasi..eh seolah penulis saja..ok sebenernya bukan soal itu sih lebih ngerasa kalo apa yang perlu dishare kok kayaknya udah semua..dan tulisan pun menjadi repetitif yang membosankan..lha terus mau nulis apa? kalo dibilang mau nulis review sih gk..karena sebenernya tidak berubah banyak dari sebelumnya..tetapi banyak hal yang merupakan penegasan dari diri sendiri...mungkin sekarang lebih nyaman menjadi penikmat..

sebenernya catatan 2014 paling membekas adalah masalah toleransi, iya bagaimana orang menyikapi perbedaan, gk cuma di negeri tercinta ini tapi di dunia, makin blur nampaknya batas atas kebebasan berekspresi dengan invasi ke ruang privat orang lain, dari kasus dinda, flo sampai yang terbaru rachma wati..yang notabene adalah pekerja kerah putih dan pelajar..dimana harapan atas tingkat intelegensia dan kesadaran akan moral ternyata begitu rendah..memang pintar belum berarti baik..dan kondisi ini sebenarnya gambaran mengenai kondisi kita sekarang...ketika kita mencari kebenaran dan kebaikan tapi malah mengurung diri di tempurung sempit otak dan nalar kita...yang ada hanya prasangka..mungkin sebaiknya ketika kita mencari sesuatu hendaknya kita membuka diri kepada berbagai kemungkinan seperti bahwa yang kita cari belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita atau bahkan sebenarnya yang kita cari ada di dekat kita namun terlalu sibuk dengan teropong sehingga lupa untuk berhenti sejenak dan melihat sekeliling yang dekat..

anyway, walau terkesan pengulangan yang sia2 adalah proses mencari manusia belum selesai, jika kita mengalami hambatan atau peristiwa tidak enak, hanya pilihan kita sendiri lah yang menentukan apa yang akan terjadi..

K

No comments:

Post a Comment