Friday, April 21, 2017

ke-120

udah lama gk nulis...

dan gara2 satu orang gue nulis lagi, oh full disclosure gue adalah pendukung Ahok dan karena beliau lah gue mencoba nulis lagi..

Pak Ahok kalah di pilkada putaran ke-2 kemarin dan cukup telak, ada 2 hal yang gue coba sorot di sini, dan jujur aja ini sangat subyektif so here it goes..

pertama soal keadilan sosial, terlepas dari gue dukung siapa, gue mencoba untuk tetap baca blognya pandji, twitternya dandy lhaksono atau berita-berita di tirto soal Ahok si Raja Gusur dan isinya emang bikin trenyuh sih dimana Ahok kalah di TPS-TPS rumah susun dimana harusnya di situlah simbol perubahan yang coba ditawarkan Ahok, di Tirto juga gue baca dimana orang-orang kehilangan rumah dan usaha tanpa ada kompensasi, berubah dimana harus bayar ini-itu padahal sebelumnya cost of living tidak sebesar itu..tidak adil pasti buat mereka, dan wajar ketika mereka menggantungkan harapan perubahan mereka ke sosok Gubernur Baru bapak Anies Baswedan, karena mereka mencari keadilan dan memang itu tidak adil buat mereka..hal itu gue rasa patut direfleksikan ke diri kita sendiri sebagai pendukung Ahok, harus diakuin mayoritas pendukung Ahok adalah kelas menengah, kaum pekerja yang terpesona gagasan mengenai Jakarta Baru, pengen buru-buru ngerasain taman baru, transportasi bebas macet, sama bebas banjir...terkadang kita lupa terkadang pembangunan itu on the expense of others..gue sendiri penikmat transportasi umum yang benci banget ketika ada mobil pribadi masuk jalur busway, dan ketika bagaimana gue denger mengenai upah petugas oranye itu yang dipalak sana-sini akhirnya dirubah oleh Ahok dengan 'memaksa' menggunakan rekening bank DKI agar mereka mendapatkan upah yang sebenar-benarnya, tapi semua kisah heroik seorang Ahok harus diakui belum menyentuh semua lapisan masyarakat terutama kaum yang selama ini dipinggirkan, dan mereka membalas melalui pilkada ini...banyak yang bakal bilang kan mereka dikasih rusun, hidup di tempat yang lebih layak daripada bantaran sungai, tetapi untuk membiasakan orang dari wc jongkok ke wc duduk pun perlu waktu dan terkadang yang (mungkin) Pak Ahok lupa..perlu juga pendampingan..mungkin saatnya ada pasukan warna baru entah tosca atau maroon yang bertugas mendampingi proses adaptasi proses penggusuran...gue cuma bisa lihat dari kacamata gue kalau Jakarta itu ruwet banget dan perlu penataan...and sorry to say normalisasi dan penggusuran termasuk salah satu caranya..gue menyayangkan Pak Ahok digambarkan sebagai raja gusur yang cuek dengan nasib manusia, karena jika melihat betapa dia dicintai dengan banyaknya orang datang ke balai kota hanya untuk berfoto atau berkeluh kesah, beliau pun berusaha menyempatkan waktu untuk mengakomodasi itu semua afterall he's only one man..beliau pun ikut peduli dengan nasib pendidikan warganya dengan KJP, ruang bermain, bahkan peningkatan taraf hidup orang-orang yang sebenarnya juga terpinggirkan selama ini yaitu penjaga mesjid atau tukang sapu jalanan..tapi memang keadilan sosial itu bagi gue subyektif..sekali lagi gue menyayangkan kalo Pak Ahok gk dikasih kesempatan buat bekerja satu periode lagi, gue yakin hasilnya akan jauh lebih baik untuk semua, tapi rapopo gue (mencoba) ikhlas karena gue yakin Pak Ahok dan pendukungnya udah berusaha kok, dan mohon maaf jika kami terpancing dengan cara-cara mungkin tidak elegan..

Poin kedua adalah soal kebhinekaan, ok soal ini gue agak keras, buat orang-orang yang merasa setelah pilkada ini everything gonna be okay terus minoritas hanya lebay dan tenun kebangsaan akan terajut dengan indahnya, gue cuma pengen bilang : you are ignorance prick !...gue gak buta liat cewek2 keturunan tionghoa diancam untuk diperkosa rame-rame atau yang non-muslim disamakan dengan binatang dan halal untuk dibunuh..dimana selalu ada standar ganda dari kata 'oknum'...gue harap sih kalian juga gk nutup mata buat ini semua, dan untuk ini susah gue buat 'memaafkan' kubu Pak Anies yang begitu sempurnanya memainkan issue ini tanpa mikir efek ke depannya..begitu gampangnya orang teriak bunuh habis itu seluruh indonesia diam saja seperti itu hal biasa...itu ignorance tingkat dewa...gue bingung di luar kita selalu teriak bahwa di belahan dunia lain ada saudara kita yang ditindas tetapi kita berlaku sama ke saudara kita setanah air...klise sih emang dan mungkin omongan gue bukan sesuatu yang baru kalian denger tapi gue rasa masih relevan..gue rasa panji cuma baca tab mention dia aja coba deh sekali-kali trolling reply status kubu sebelah..mungkin bakal nemu ancaman atau cerita sedih soal kebhinekaan..so untuk kubu Anies gue cuma bisa bilang : well played sir..well played


Mungkin gue cuma bisa berdoa untuk Pak Ahok dan Pak Anies..gue pengen bilang kami tidak takut tapi that would be a lie...cause things could get worse with slightly chance of hope

K

No comments:

Post a Comment