Friday, May 2, 2014

ke 98

Liverpool...klub sepakbola Inggris dengan sejarah luar biasa..18 gelar liga domestik dan 5 gelar Eropa..tapi itu semua sesuai dengan judulnya, SEJARAH..alias hal-hal yang terjadi di masa lalu..dekade terakhir nama itu lebih sebagai lelucon dalam sepakbola, ketika ada istilah Big Four dalam Liga Inggris, klub ini pun termasuk di dalamnya, dengan kelakuan fans fanatik dengan jargon Elo Gak Akan Pernah Jalan Sendiri, yang didengungkan penuh kebanggaan setiap kali klub ini bertanding..walaupun dengan hasil yang..let say below expectation

saya pribadi bukan fans, tapi tunggu kata 'bukan fans' juga tidak dapat menggambarkan apa yang saya rasakan ke klub yang satu ini, sudah beberapa kali luka ditorehkan ke memori sepakbola saya oleh si Merah, awalnya biasa saja tapi bermula dari pertandingan heroik mereka di Istanbul, dimana mereka membalikkan ketertinggalan 3-0 untuk disamakan dan akhirnya gelar Raja Eropa menjadi milik mereka, mungkin bagi sebagian orang ini keren, tapi ketika klub yang dikalahkan adalah cinta pertama saya di sepakbola..El Diablo Rosso alias AC Milan, Setan Merah-nya Lega Calcio..sesak yang terasa pada saat itu...dan ketika 2 tahun kemudian di kota bernama Athena status media sosial saya berbunyi : Ain't Payback A B*tch !..dinyatakan dengan penuh emosi..tapi tunggu si Merah gk berhenti di situ, pada Mei 2010, si Merah berhadapan dengan si Biru..sebelum pertandingan si Merah sudah terlihat ogah2an..mungkin alasannya adalah jika mereka menang maka akan membantu si Setan Merah untuk meraih gelar ke 19 Liga Inggris, yang artinya akan melewati perolehan gelar Liga Inggris si Merah, dan hasilnya si Biru menang 2-0 dengan salah satu gol tercipta karena blunder sang kapten..saya pun meradang karena akhirnya Setan Merah kalah dengan selisih satu poin dengan si Biru..dan ketika Setan Merah akhirnya meraih gelar Liga Inggris ke 19 dan menyatakan diri sebagai King of England, saya termasuk orang yang mengatakan:  Are You Seeing This Merseyside !!

Sebagai fans Manchester United mungkin akan mengira tulisan ini berisi cemoohan terhadap Liverpool, tapi...tidak, yah atleast tidak semua berisi cemoohan :) ...musim ini Liverpool bermain luar biasa, iya memang they got a little help from someone name David Moyes, yang layaknya  yang membagi-bagikan poin kepada rival dan membantu tim lain terlihat keren...tapi terlepas dari itu jika dan hanya jika Liverpool memenangi Liga Inggris musim ini maka dapat dibayangkan akan betapa makin menyebalkan fans mereka..eh gk ding..sorry cant help it sometimes...tapi memang perjalanan mereka luar biasa..dimulai dari sosok bernama Luis Suarez yang mempunyai kaki, kepala, dan gigi(eh) maut menajdi top skor Liga Inggris, tapi yang luar biasa adalah dia sempat tidak bermain di awal karena diskors, iya dengan tingkah laku yang nyentrik tapi mempunyai kemampuan luar biasa, bertransformasi  from zero to hero, pemain paling konsisten di klub bahkan di seluruh Liga Inggris..lalu berikutnya ada Raheem Sterling, yang digadang2kan sebagai masa depan klub, yang suka berlari, berputar, a feast for the eye...semakin matang dari overrated player menjadi diamond in the making..ada nama lain sepert Skrtel, bek yang suka menyumbang gol, sebuah peningkatan karena di awal musim juga suka menyumbang gol untuk tim lawan..nama-nama di line up dan bangku cadangan diramu oleh Brendan Rodgers..yang jika menilik kehidupan pribadinya sepertinya sedang mengalami puber ke-2..tapi kemampuan taktisnya luar biasa dan membuat Liverpool menjadi tim dengan penampilan menyerang dan atraktif and personally better than the Gunners..BR juga menyewa life coach buat ngebantu mental pemain dari lelucon Liga Inggris menjadi Contender..iya actually penantang berat gelar Liga Inggris..


tapi itu semua di atas seakan bekerja untuk satu nama..Steven Gerrard, sang kapten..the heart and soul of Liverpool..dan satu2nya gelar yang belum pernah dimenangkan adalah Liga Inggris..pemain yang selalu bermain dengan hati, walaupun menurut mantan pelatihnya Rafa Benitez less Heart and more Brain..siapa yang tidak terharu ketika sang kapten menangis setelah mengalahkan pasukan raja minyak dari timur tengah, atau ketika pidato berapi-apinya membakar semangat rekan-rekannya ketika akan menghadapi Norwich..memang pekan kemarin mereka kalah dari si Biru, itu pun dihiasi oleh lagi-lagi blunder sang kapten..tapi tetiba si Merah menjadi klub protagonis musim ini..dikelilingi oleh si Biru dengan pelatih tengilnya yang membuat lapangan seperti terminal kampung rambutan dengan bis-bis yang diparkir..dan satu lagi pasukan kaya raya dari para juragan minyak yang merasa can buy everything even a title..dan layaknya sebuah cerita kita ingin si protagonis menang..kita ingin happy ending..melihat si kapten mendapatkan hal yang begitu diidam-idamkan..tapi hanya untuk musim ini

K, masih #GGMU

No comments:

Post a Comment