Friday, December 20, 2013

ke 79

mau coba nulis pake spasi sama paragraf biar lebih enak dibaca katanya sih...

jadi mau mencoba mereview film, kali ini film nasional karena di bulan Desember ini banyak film yang bagus2, dimulai dari Sokola Rimba(I miss this one), terus penafsiran Hanung Bramantyo soal Bapak Bangsa Soekarno (hopefully can do this soon), dan film romantis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck(yes this is the one for the review), dan worth to wait the anticipated sequel Edensor(coming soon !!)

So get ready movie goers!!! pencinta sejati film pasti masih inget film Twilight dan seri-nya, sebuah karya global yang tujuan utamanya, yaitu memecah persatuan kaum Hawa dengan pembentukan kubu team Edward dan team Jacob, dan membuat para lelaki mengalami ackward moment ketika harus menemani para perempuan untuk menyaksikan perut kotak2 versus kulit pucet dengan sentuhan sparkling kayak bola disco tahun 70-an...

Nah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck nampaknya akan memberikan efek yang kurang lebih sama, membelah khalayak ramai menjadi team Junot(ref: Herjunot  Ali) dan team Reza(ref: Reza Rahadian), dua pemeran utama pria yang merebutkan cinta mbak Pevita Pearce, yang karena pakaian yang dikenakan mbak Pevita pada saat premier film ini membuat kaum lelaki tergerak untuk mensupport film ini( iya kami lupa setting film ini Indonesia tahun 1930-an..yang memaksa mbak Pevita memakai kebaya dan sleveless dress)

background sedikit ya, film ini dibuat berdasarkan novel dengan judul yang sama karya sastrawan ternama Indonesia dengan nama pena HAMKA, dan some would say bahwa ini adalah karya terbaik beliau, saya sendiri sih bukan penikmat sastra lokal, tapi jika film ini bisa menggambarkan sekitar 50% saja dari novelnya, then suddenly I am a believer, karena gk kalah sama let say Shakespeare, because is that good, and for serious note i like the idea to bring Indonesia's literature to the silver screen as part of pop-culture

film ini dimulai dengan tokohnya yang bernama Zainuddin(Herjunot Ali), yang untuk kedepannya akan disingkat Zai(baca: Zay, biar gawul ajah) yang pergi tanah kelahiran mendiang ayahnya di sumatera Barat untuk belajar agama dan lebih mengenal adat istiadatnya, Zai sendiri bukan darah murni, tetapi mixed karena ibu dan kelahirannya adalah Makassar, dan di tempat itu Zai jatuh cinta sama kembang desa, yang bernama Haa-yati(Pevita Pearce), btw penulisannya Haa-yati bukan typo tapi entah kenapa dari cara pengucapan Mas Junot yang tertulis pun begitu, dan karena Zai itu miskin dan bukan darah murni, maka para tetua desa mengusir si Zai dari desa itu, dan pada saat si Zai mewek di persimpangan datanglah Haa-yati to say goodbye and berjanji untuk saling menunggu..dan moment so sweet ini pun menutup kisah Zai di desa kelahiran ayahnya

setting pun beralih ke Padang Panjang, di sini jugalah dikenalkan dengan tokoh Aziz(Reza Rahadian), yang kedepannya merupakan saingan Zai dalam merebutkan cinta Hayati(penulisan normal karena mas Reza juga ngomongnya normal), dan dikenalkannya tokok Aziz pun keren, diawali dengan adegan semi Fast and Furious dengan mobil tahun 1930, dengan brewok tipis, bahasa mixed antara lokal dan internasional, membuat team Reza unggul 1-0 atas team Junot, karena saya merasa mendengar suara perempuan sempat menjerit kecil ketika Mas Reza menatap Hayati dalam2 sambil ngomong: Moi...epic bro!!! dan di awal digambarkan tokoh Aziz itu sukses, ganteng, dari keluarga berada, membuat Zai seperti pria menyedihkan, udah miskin, terus mengalami bad hair day  pokoknya ngenes banget deh..

singkat cerita akhirnya Hayati dan Aziz menikah, membuat Zai merana, dan seakan gk cukup merana-nya, ada dokter kampret yang menyarankan agar si Zai gk merana, dipertemukanlah dengan Hayati yang sudah jadi bini orang, dan tepat pada saat itu saya curiga bahwa dokter ini adalah mantri yang cuma pengen lebih banyak screen time di film ini, setelah momen ackward plus penuh tangisan antara Zai dan Haa-yati(iya heeh gini lg nulisnya) disaksikan dengan mata tajam Aziz, dan akhirnya Zai dapat menerima kenyataan akan patah hatinya dan harapannya, lalu memutuskan untuk merantau ke Batavia bersama sahabatnya bernama Muluk(Randy Nidji-screen stealer), dari sanalah Zai merintis karirnya menjadi penulis dan pengelola surat kabar dan dipindahkan ke Surabaya, dan saat ini lah kata2 Kapal Van Der Wijck mulai terdengar...

Di lain tempat Hayati menjalani kehidupan sebagai istri Aziz, yang ternyata belangnya baru ketahuan, yaitu suka berjudi, mabuk2an, dan main perempuan, sehingga Hayati jarang disentuh(ah pukpuk mbak Pevita), akhirnya pelariannya jadi suka membaca, dan yang dibaca merupakan karya Zai dengan nama pena Z, yang menceritakan kehidupan dan patah hatinya sehingga membuat banyak perempuan mewek2 sambil minum teh, dan takdir pun membawa Aziz sekeluarga dipindahkan ke Surabaya...

Di Surabaya, Zai sudah menjadi horang kayahhhh, terus ngadain pesta kayak di pelem Great Gatsby, nah salah satu undangannya ya pasangan Aziz dan Hayati, nah pada saat itu si Aziz udah dipecat trs jatuh miskin, minjem duitlah ama si Zai, dan gk cuma minjem duit tapi juga numpang tinggal di rumahnya Zai yang gedenya udah kayak bokong Beyonce #eh, nah dandanan mas Zai di saat ini membantu perolehan poin team Junot untuk mengejar ketertinggalan dari team Reza, nah si Aziz yang udah miskin plus sakit2an akhirnya memutuskan untuk merantau dan menitipkan Haa-yati kepada Mas Zai,  and to make things more ackward, ternyata si Aziz gk merantau melainkan nyari hotel, buat cukuran, terus bunuh diri, mungkin menyadari abis mati gk ada warung yang jualan Gillette buat cukur brewok, dan kabar kematian Aziz pun sampai juga ke Zai dan Haa-yati bersama itu pula keputusan talak satu berupa surat bunuh diri dari Aziz..

oh ya pada saat Aziz menitipkan Haa-yati, si Muluk sahabat Zai menunjukkan ruang kerja Zai yang ada lukisan gambar yang menurut saya gk ada mirip2nya sama Haa-yati dengan judul Permataku, yang nunjukin klo sebenarnya si Zai ini masih adore Haa-yati, nah balik lagi ke satu bulan setelah kematian Aziz, Haa-yati minta kejelasan sama Zai soal hubungan mereka, tanpa disangka Zai meledak, nah ini saya bilang momen paling keren dari film ini, mulai dari suara geram mas Junot merunut dosa2 mbak Pevita, diiring isak tangis syahdu, itu bener2 epic..bahkan ketika mbak Pevita mengiba saya pun tergerak untuk memeluk sambil bilang: 'udah gpp mbak Pevita..mas Junot udah dong marahnya..kasian nih'..tapi ternyata mas Junot gk tergerak bahkan final decisionnya adalah memulangkan mbak Pevita ke kampung..entah karena Aziz sudah mati, di momen ini lah team Junot mengumpulkan poin-poin untuk memenangkan perlombaan dengan team Reza, karena cuma ada empat kata buat adegan ini : KEREN ABIS INI KAMPRET !!

akhirnya Haa-yati pulang ke kampungnya, dengan bisa ditebak naik kapal yang bertajuk Van Der Wijck, yang sesuai judulnya akan tenggelam...singkat cerita lagi si Zai menyesal lalu mencoba menyusul, tapi malah membaca berita tenggelamnya kapal yang ditumpangi oleh Haa-yati, dan segera menyusul ke rumah sakit dimana korban2 sedang dirawat, dan on her dying moment Haa-yati dan  Zai oun bertukar isak tangis, saling memaafkan, bertukar kata cinta, minta saling follow di twitter #eh..maaf gagal fokus..di sini sekali lagi menunjukkan kehebatan mas Junot dengan akting yang sampai sekarang saya gak tahu bagaimana mendefinisikannya karena ini sumpah saya gk bohong, di adegan yang haru-biru ini, sebagian penonton ada yang menangis, ada yang tertawa..saya pun mengalami momen aku'ne kudu piye..akhirnya memilih untuk tidak tertawa atau menangis..jadi jika akting ada skala 1-10 maka akting mas junot itu mungkin 25..karena bener membelah penonton dengan berbagai macam emosi..membuat saya berpikir: Reza who??

Anyway endingnya sih standar, tapi catatan khusus nya sih this film is recommended, karena ya bagus, memuat semua elemen seni yang menghibur..so happy watching ya

NB: salah satu yang menemani saya menonton adalah si kakikakicantik, dan hebatnya lagi dia menolak untuk jadi mainstream dengan membuat kubu sendiri yaitu team Sofyan(nama karakter tunangan Khadijah, adik dari Aziz) yang berwajah oriental..hmmm

K

No comments:

Post a Comment