Tuesday, March 11, 2014

ke 92

saya dulu langganan majalah Bobo, dan di majalah itu suka ada cerpen-cerpen yang diambil dari cerita rakyat, ada salah satu yang saya ingat, walaupun saya gk tahu dari cerita rakyat atau bukan, jadi begini ceritanya..

jaman dahulu ada petani, jika ditanya kenapa petani bukannya broker saham tolong diinget kata kuncinya adalah 'jaman dulu' dan ada hubungannya dengan kuda, gk kebayang jika broker saham punya kuda, walaupun bukannya gk mungkin..jadi si petani ini punya kuda,  dan gk sembarang jenis kuda, ini yang jenis keren, bukan model kecil buat narik delman di monas, tapi yang tegap, bayangkan jika L-Men produksi susu kuda, nah ini kuda akan jadi brand ambassadornya..lanjut ya, ini kuda jadi bahan pembicaraan di desa si petani, maklum dulu gk ada hiburan, jadi gk ada yang ngomongin perkembangan  kejiwaan Dewi Perssik semenjak dia dipenjara, jadi warga desa yang lain memuji-muji si kuda tersebut, dan mereka selalu bilang ke si petani,''Pak beruntung sekali punya kuda sebagus ini..'', dan si petani selalu menjawab dengan muka datar dan suara datar, dan itu bener2 gak kayak Ray Sahetapy di film The Raid yang super ekspresif, si petani cuma bilang,''untung-rugi hanya Tuhan yang tahu..'', membuat sebagian warga desa yang mendengar ingin mengambil toa terus teriak, ''Mana Ekspresinya !!!'' seperti salah satu iklan rokok..

waktu kemudian berlalu, dan terdengarlah kabar kalo si kuda kabur dari kandangnya, dan gosip mulai beredar di desa itu, mempertanyakan kelabilan si kuda sampai dia harus kabur, ada yang bilang dia kabur karena menolak menjadi sarjana pertanian, atau bahkan ada yang berpikir kalau si kuda sudah bosan menjadi brand ambassador untuk produk susu kuda L-men atau lebih tepatnya L-Horse, dan warga pun berdatangan ke rumah si petani untuk menyampaikan simpati, bahkan ada yang bilang,''Apes bener ya Pak Tani, kuda sebagus itu kabur..'', dan sekali lagi si petani sambil menyalakan lampu baca di sebelahnya yang katanya untuk efek dramatis cuma menjawab datar,'' Untung-rugi hanya Tuhan yang tahu..'', dan sebagian warga menganggap kalo si petani waktu kecil suka bolos pelajaran bahasa Indonesia sehingga perbendaharaan bahasanya sedikit sekali..

dan musim pun berganti dan cerita ini masih gk jelas juntrungannya, dan terdengarlah kabar kalau si kuda kembali ke rumah petani, dan gosip yang beredar adalah si kuda patah hati karena pilihannya lebih memilih zebra yang karena warnanya entah kenapa lebih terkesan anti mainstream, atau ada yang bilang pihak L-Horse menawarkan nilai kontrak yang lebih tinggi dan kerjasama pembuatan album simfoni kuda, tapi apa pun alasannya warga desa yang seperti kita ketahui kurang hiburan dan kepo, kembali mengunjungi rumah petani untuk turut merayakan kembalinya si kuda, tetapi yang terjadi adalah rumahnya sepi2 aja, gk ada party, bahkan David Guetta yang katanya diundang untuk memeriahkan perayaan ini gk kelihatan batang hidungnya..tapi warga tetep menyampaikan selamat kepada si petani, dan menyatakan betapa beruntungnya kuda nya telah kembali, tapi si petani lagi-lagi menjawab dengan kalemnya, sekalem Keanu Reeves di film di Matrix dengan kacamata hitamnya, ''untung-rugi cuma Tuhan yang tahu..'' mendengar jawaban yang sama berulang-ulang kali sebagian warga desa melakukan bunuh diri massal, ada yang dengan racun serangga, ada yang minta tolong serangga untuk masakin airnya..

dan musim berganti lagi, dan ternyata si petani mempunyai anak lelaki, lho kok gk bilang dari awal punya anak, kirain berdua ama kuda aja hidupnya, dan si petani menjawab,''gue juga punya kehidupan kaleeeuss!!'' dan kali ini dia jawab dengan penuh ekspresi, sehingga warga yang waktu itu bunuh diri bangkit dari kubur, nah balik lagi ke ceritanya ya, si anak lelaki ini udah beranjak dewasa dan mulai belajar naik kuda, dan belajar naik kudanya menggunakan kuda punya si petani, tapi dasar kuda selebritis, agak belagu, kayak gk diterima kalo dinaikin, terus bikin drama-drama, lompat-lompat bertingkah liar, sehingga si anak laki2 pun terjatuh dan patah kakinya, mendengar itu warga desa berbondong-bondong datang untuk nengok si anak laki2 yang muncul di tengah2 cerita dan tiba2 udah patah aja kakinya, sambil salaman dengan si petani, warga ada yang bilang,''Yang sabar ya Pak, dasar kuda sial sudah dirawat tidak tahu diri..'', dan petani pun menjawab dengan senyum,''Untung rugi hanya Tuhan yang tahu..'', mendengar ini sebagian warga ada yang menangis terharu karena baru melihat si petani tersenyum untuk pertama kali di cerita ini..pas anaknya patah kakinya...

gk lama setelah kejadian patah kaki itu di negara tempat desa itu terletak meletuslah perang dengan negara Api..eh tunggu itu Avatar ya, pokoknya perang deh, gk penting dengan siapa, dan pemuda-pemuda yang beranjak dewasa harus ikut wajib militer layaknya anggota boyband di Korea sana, nah ketika warga pada sedih karena harus melepas pemuda2 di desa itu untuk pergi berperang..tapi ternyata si anak lelaki petani gk ikut wajib militer karena kakinya patah...ok cerita kita stop di sini, karena saya lupa, dan kalo diterusin gk ada habisnya

saya cuma mau bilang walaupun klise banget ya, kalo everything happen for a reason, ada rencana yang mungkin sekarang kita gak tahu apa, tapi pada saatnya akan make sense, saya menulis ini sambil dengerin lagunya Bon Jovi yang judulnya Living on A Prayer...ada kata2 We Got To Hold On To What We Got, It Doesn't Make A Difference If We Make It or Not..jadi berserah sama Tuhan itu gk pernah salah saya rasa, dan berpegangan kepada hal2 yang kita sayangi juga membantu kita menjalani hari dan mencoba menikmati prosesnya karena  Untung-Rugi hanya Tuhan yang tahu..*ditimpuk warga

K

No comments:

Post a Comment