beberapa waktu yang lalu
kita dikejutkan oleh peristiwa pembunuhan seorang mahasiswi berusia 19
tahun oleh mantan pacar dan kekasih terbaru si pacar, beritanya
menghiasi media dan semua media sosial mengecam perbuatan terkutuk ini..
salah satu situs yang saya ikuti midjournal.com
dan salah satu kontributornya bernama Arman Dhani yang tulisannya
selalu saya nikmati, menulis mengenai penghakiman oleh media, bagaimana
berita ini di blow up sedemikian rupa sehingga menjadi ajang caci
maki kepada kedua pelaku..dan yang paling epic adalah penulisan nama dan
pemuatan foto kedua pelaku yang tanpa sensor maupun inisial, dan memang
semenjak itu setan itu berwajah pemuda berkulit hitam dan seorang
pemudi dengan senyum polosnya..kita berlomba2
untuk menulis status paling menusuk ke arah dua pelaku..tanpa menyadari
there's something wrong in this society..iya foto yang memuat gambar si
pemudi tersenyum itu begitu banyak mendapat retweet atau
repath..pantaskah seorang tersenyum ketika habis membunuh..benarkah
kedua pelaku itu menyesal..atau dalam konteks mungkinkah ketika
diperiksa, penyidik menawarkan teh manis kepada si pemudi dan si pemudi
menolak halus sambil tersenyum...karena gambar mempunyai seribu
arti..tapi sepertinya media sudah mendistorsi kita sehingga
kita memilih satu arti..
ini bukan bentuk pembelaan kepada para pelaku kejahatan ini,
pendapat pribadi adalah mereka harus dihukum, untuk hukumannya apa
biarkan proses yang berbicara, dan jika tes kejiwaan membuktikan ada
yang error di kepala para pelaku ya silahkan saja dijadikan
dasar dalam mengambil keputusan, apa yang terjadi merupakan tragedi
tanpa bisa dibantah, seorang ibu kehilangan anak satu2nya, tidak dapat
dibayangkan betapa kesedihan meliputi keluarga yang ditinggalkan, jika
boleh berpendapat hendaklah kita melihat ke dalam
untuk mencari apa yang kita bisa sumbangkan agar tragedi ini tidak
terjadi lagi..
K
No comments:
Post a Comment