Tuesday, March 18, 2014

ke 94


beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan oleh peristiwa pembunuhan seorang mahasiswi berusia 19 tahun oleh mantan pacar dan kekasih terbaru si pacar, beritanya menghiasi media dan semua media sosial mengecam perbuatan terkutuk ini..


salah satu situs yang saya ikuti midjournal.com dan salah satu kontributornya bernama Arman Dhani yang tulisannya selalu saya nikmati, menulis mengenai penghakiman oleh media, bagaimana berita ini di blow up sedemikian rupa sehingga menjadi ajang caci maki kepada kedua pelaku..dan yang paling epic adalah penulisan nama dan pemuatan foto kedua pelaku yang tanpa sensor maupun inisial, dan memang semenjak itu setan itu berwajah pemuda berkulit hitam dan seorang pemudi dengan senyum polosnya..kita berlomba2 untuk menulis status paling menusuk ke arah dua pelaku..tanpa menyadari there's something wrong in this society..iya foto yang memuat gambar si pemudi tersenyum itu begitu banyak mendapat retweet atau repath..pantaskah seorang tersenyum ketika habis membunuh..benarkah kedua pelaku itu menyesal..atau dalam konteks mungkinkah ketika diperiksa, penyidik menawarkan teh manis kepada si pemudi dan si pemudi menolak halus sambil tersenyum...karena gambar mempunyai seribu arti..tapi  sepertinya media sudah mendistorsi kita sehingga kita memilih satu arti..

ini bukan bentuk pembelaan kepada para pelaku kejahatan ini, pendapat pribadi adalah mereka harus dihukum, untuk hukumannya apa biarkan proses yang berbicara, dan jika tes kejiwaan membuktikan ada yang error di kepala para pelaku ya silahkan saja dijadikan dasar dalam mengambil keputusan, apa yang terjadi merupakan tragedi tanpa bisa dibantah, seorang ibu kehilangan anak satu2nya, tidak dapat dibayangkan betapa kesedihan meliputi keluarga yang ditinggalkan, jika boleh berpendapat hendaklah kita melihat ke dalam untuk mencari apa yang kita bisa sumbangkan agar tragedi ini tidak terjadi lagi..
K

No comments:

Post a Comment