yang lagi heboh itu soal UN..pas berangkat pagi melihat sekelompok anak SMA berjalan gontai, muka fokus sefokus para pasukan GI Joe ketika akan memulai misinya tanpa diawali doa dari kutipan rapper Jay-Z, sebenernya sebagai orang yang tidak berkecimpung di dunia pendidikan, saya pribadi melihat UN itu sebagai suatu keanehan, pertama soal standar..soal ini saya setuju Indonesia perlu standar tapi pertanyaannya soal realita di lapangan, luas area wilayah di Indonesia yang begitu luas dimana ada siswa yang berangkat dengan sepatu Nike keluaran terbaru dibandingkan dengan siswa yang harus melewati jembatan gantung tanpa alas kaki untuk ke sekolah apakah bisa distandarkan? naif ya pertanyaannya..tapi sebenarnya jika ada semacam ''ujian hidup'' yang juga di-UN-kan dengan bobot yang lumayan mungkin peluang anak2 daerah akan lebih besar, tidak ada isak tangis..buat sekolah aja sudah perjuangan..*sigh..Berikutnya sih soal falsafah hidup, ini mungkin agak absurd tapi ya namanya freedom of speech..kita selalu diajarkan kan jika kita mati maka di akherat semua hal yang pernah kita lakukan akan dipertanggungjawabkan..nah saya melihat UN sepertinya berbeda, semua yang kita pelajari selama bertahun-bertahun..usaha keras..bisa gagal pas di UN..nah ini related ke isak tangis lagi..sebagai pribadi saya setuju UN, tapi seharusnya ada penilai-an yang lebih komprehensif..karena pressure yang begitu hebat terkadang jadi semacam ''setan'' buat kta..sering denger kan jual-beli jawaban UN atau guru bacakan jawaban di kelas atau biarin anak yang diawasi mencontek..bukannya pembenaran tapi karena begitu besarnya tekanan yang diberikan ke manusia-manusia muda yang notabene masih labil..akhirnya gede jadi apa?..koruptor..suatu standar yang dibuat dengan cita2 membentuk manusia Indonesia yang lebih baik tetapi ternyata untuk sebagian orang malah sebaliknya...
K
karena di akherat gk ada UN
K
karena di akherat gk ada UN
No comments:
Post a Comment