saya selalu percaya ketika kita menilai orang lain, kita juga menilai diri sendiri, tanpa kita sadar kita membatasi diri kita, maksudnya saya selalu percaya manusia itu limitless, sesuai dengan konsep makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna, we can be everything that we wanted to be as long we put our heart to it, tapi sayangnya menurut saya what we wanted to be itu terkadang terbatas cuma saya mau jadi dokter, saya mau kaya, saya mau punya pasangan, yang menurut saya terkadang banyak orang yang lupa kalo gk kalah penting punya mindset saya mau jadi orang baik, nah ini yang susah kayaknya, ini bukan sesuatu yang ada kuliahnya kayak jadi dokter terus ujiannya tiap tengah sama akhir semester, atau ini juga bukan bekerja banting keras ngumpulin barang2 berharga berjudul kekayaan, jadi orang baik itu susah, karena kita selalu dihadapi dengan orang lain dengan berbagai kepentingannya, diuji dengan dipertemukan dengan manusia2 dengan kategori ajaib, dan jadi orang baik itu terkadang tidak ada penghargaanya, gk ada ijasahnya, gk ada awardnya, tapi i believe is who we are, semuanya itu orang baik pada dasarnya, dan jika berhadapan dengan orang lain yang mungkin memperlakukan saya dengan tidak baik, saya selalu mencoba ingat kalo manusia juga bisa sedih, marah, kecewa, yang akibatnya berpengaruh dengan how they treat others, and sometimes it doesn't concern us at all, it just how they are, lalu kembali ke statement ketika kita menilai orang lain baik atau buruk, seakan2 kita juga membatasi diri kita untuk cuma bisa melihat msalah dari hitam dan putih, karena orang tidak pernah simple, aku tidak simple, kamu tidak simple..semuanya punya alasan, yang bisa dilakukan ya tetap berusaha, sambil berharap kalau someday people will see us as a good person...so stop worrying too much, life have a funny way to surprise you in every turn, and at the very least you expected
K
K
No comments:
Post a Comment