Friday, April 26, 2013

ke-31

ekspektasi versus realita...pernah pasti kita mengharapkan sesuatu tapi yang kemudian terjadi berbeda, yep life happens, bertemu dengan orang-orang yang seharusnya menjadi rekan kita, tempat kita bertanya, bahkan berdiskusi menjadi semacam arena sirkus yang sama sekali tidak menghibur..tapi mungkin begitu adanya, karena orang pada dasarnya mengecewakan entah apapun status dari orang tersebut bisa itu bos, teman, pacar, orang tua, saudara..semuanya berpotensi untuk mengecewakan, tetapi jika dipikirkan kembali kita juga ada potensi untuk mengecewakan mereka entah sengaja maupun tidak sengaja, terkadang orang bertindak berdasarkan kurang-nya informasi, atau bahkan bertindak dengan terlalu banyak unsur pribadi di dalamnya..karena orang terkadang terlalu merasa, bahkan masalah dengan si A, yang kena bisa B-Z..kembali lagi kita tidak bisa mengontrol ama pendapat orang lain, atau mengontrol ucapan2 apa yang keluar dari mulut orang lain..dulu saya mempunyai teman yang sangat menyebalkan, bisa dikategorikan bully, tapi semesta nampaknya punya rencana lain buat kami berdua, akhirnya karena suatu kondisi kami diharuskan untuk berada di dalam suatu ruangan, tiba2 kami saling bercerita dan akhirnya terungkap sejarah keluarga teman saya yang menurut saya dapat dikategorikan broken home..dan pada saat penuh pencerahan itu saya memahami bahwa terkadang bersikap menyebalkan adalah semacam usaha untuk menutupi keadaan yang sebenarnya...dan setelah itu apakah teman saya masih menyebalkan? jawabannya masih..tetapi saya bisa lebih memahami..karena itu intinya kita tidak bisa mengontrol orang lain selain diri kita sendiri, ketika melihat sesuatu yang salah, kita bisa mengatur nafas kita, mengatur kata2 yang keluar dari mulut kita, mengatur tindakan kita...kita tidak bisa berharap dengan begitu keadaan akan baik2 saja..karena ya memang tidak..tetapi biasanya we feel a lot better..remember knowing is understanding

K

No comments:

Post a Comment